Selaput Dara
atau yang sering dikenal dengan sebutan hymen adalah suatu lipatan
selaput lendir yang menutupi pintu liang senggama (introitus vagina),
bentuknya biasanya bulat sebagaimana bentuk liang vagina, tetapi ada
juga yang seperti bulan sabit (Bentuk semilunar), bahkan ada yang
mempunyai Septum (pemisah). Konsistensi selaput dara pun berbeda-beda
ada yang kaku sampai yang lunak sekali, letaknya hanya sekitas 1-2 CM
dari bibir vagina lubang selaput dara yang masih utuh umumnya hanya
dilalui oleh jari kelingking.(1)
Selaput dara (Hymen) telah lama dijadikan
tanda keperawanan wanita. Kepercayaan yang mengatakan bahwa karena
selaput dara menghalangi bagian depan vagina, maka harus tetap berada di
situ selama wanita tersebut tidak melakukan hubungan seks sangat
dibesar-besarkan, terutama dalam kebudayaan di mana keperawanan wanita
sangat di hargai. Namun merupakan fakta ilmiah bahwa selaput dara dapat
terpisah karena alasan alasan yang tidak ada hubungannya dengan hubungan
seksual. Selaput ini dapat terkoyak bila tubuh diregangkan secara
berlebihan. Selaput dara yang tidak utuh bukan merupakan indikasi pasti
pernah melakukan hubungan seks. (2)
Umumnya selaput dara robek ditandai
dengan keluarnya darah. Tapi sebagian kecil wanita justru tidak
mengeluarkan darah, ini di sebabkan karena sesungguhnya selaput dara itu
sangat sedikit mengandung pembuluh darah. Biasanya semakin tipis
selaput dara, darah yang keluar juga sangat sedikit sehingga tidak
kelihatan.
Beberapa selaput dara cukup elastis untuk
mengizinkan penis masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian
kecil dari selaput dara.(3)
Resiko robeknya lapisan hymen lebih dipengaruhi oleh permisivitas
vagina terhadap penis atau benda lainnya yang memaksa masuk ke rongga
vagina. Permisivitas vagina sangat dipengaruhi oleh aspek kesediaan
vagina menerima masuknya penis yang pada umumnya disebabkan oleh
rangsangan atau keinginan dari wanita untuk melakukan hubungan seksual.
Ada atau tidak adanya selaput dara bukan
merupakan indikasi keperawanan seorang wanita. Tak seorangpun dapat
menentukan dengan pemeriksaan fisik sendiri apakah seorang wanita atau
remaja telah melakukan hubungan seks lewat vagina. Hanya sekitar 50%
dari remaja dan wanita mengalami pendarahan pada saat pertama melakukan
hubungan seks. (4) Hymen
pada dasarnya adalah selaput lendir yang mengelilingi lobang di bawah
bibir dalam vagina (labia monora). Lobang yang dikelilingi oleh hymen
memang sangat kecil, sehingga kemungkinan selaput itu robek pada saat
penis memaksa masuk ke lobang vagina akan sangat besar. Tetapi
elastisitasnya juga memungkinkan penis melewati selaput lendir hymen
tanpa merusaknya, terutama pada saat terjadi permisivitas vagina atau
terjadinya rangsangan pada wanita yang membuat vagina secara otomatis
bereaksi dan memberikan izin pada sesuatu yang memasukinya.
Dalam pandangan umum, keperawanan seorang
wanita ditandai dengan keluarnya darah dari vagina pasca melakukan
hubungan seks pertama. Anggapan tersebut boleh jadi benar, tetapi di
sisi lain, terjadinya pendarahan karena robeknya lapisan hymen adalah
bukti gagalnya hubungan seksual tersebut, karena masuknya penis ke
lobang vagina, tidak mampu memberikan rangsangan atau permisivitas pada
vagina.
No comments:
Post a Comment