Rambut atau bulu merupakan salah satu bagian yang ada pada tubuh setiap orang yakni
berupa rambut kepala, kumis, jambang, jenggot, bulu ketiak, bulu dada, bulu di perut
bawah, bulu kaki sampai kepada rambut atau bulu di kemaluan (organ intim). Pertumbuhan
dari rambut atau bulu tentunya sebagian besar dipengaruhi oleh faktor hormonal (hormon
androgen) dan genetik selain ada produk-produk tertentu ataupun produk umum seperti
body lotion. Hormon androgen adalah hormon yang dominan di miliki oleh kaum laki-laki
namun untuk para perempuan tetap memiliki hormon androgen ini meski dalam jumlah
kecil sehingga pertumbuhan rambut atau bulu selain di daerah kemaluan ( kumis, jenggot,
jambang, dada, kaki) tidak begitu dominan. Fungsi secara umum rambut atau bulu yang
ada pada tubuh adalah untuk menjaga kehangatan dan kelembaban kulit.
Perihal rambut di kemaluan atau bahasa medisnya bulu pubis, yakni rambut yang terletak
dibagian depan dan juga disekitar organ intim, meski sudah ada berupa rambut-rambut
halus saat masih kecil, biasanya benar- benar tumbuh dimulai sejak hormon androgen
aktif yakni saat seseorang sudah masuk masa pubertas. Adapun fungsi dari rambut
kemaluan yakni ;
- Memberikan kehangatan
- Sebagai penampakan dari proses kematangan seksual (pubertas)
- Mengurangi gesekan saat berhubungan intim
- Pelindung wilayah disaerah tempat tumbuhnya rambut kemaluan ini karena wilayah ini cukup sensitif (terutama vagina)
- Pengumpulan dari pengeluaran feromon (zat kimia yang mengatur perilaku seks)
Meski letak dari rambut kemaluan bisa dikatakan tersembunyi (private area) bukan
berarti rambut di area kemaluan lepas dari perhatian seperti kita merawat rambut
didaerah lainnya seperti rambut kepala atau bulu ketiak. Laki-laki terutama perempuan,
kebersihan dan kerapian rambut kemaluan harus dijaga sebaik mungkin melihat fungsi
dari rambut kemaluan tadi. Tentunya caranya tidak boleh semaunya. Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam merawat bulu atau rambut di kemaluan yakni ;
- Tidak dianjurkan untuk mencabut atau mencukur dengan cara yang tidak tepat pada rambut kemaluan karena dengan mencabut atau mencukur rambut kemaluan bisa menimbulkan lubang kecil (luka iritasi) akibat perlakuan tersebut. Lubang atau luka kecil ini akan menjadi pintu masuk kuman atau jamur (terutama pada perempuan yang mudah sekali mengalami lembab di vagina) yang nantinya bisa menyebabkan infeksi di kulit daerah intim Anda.
- Bulu kemaluan yang terlalu lebat (tidak pernah dirapikan) juga dapat menjadi tempat tumbuhnya kutu, bakteri atau kuman, serta jamur yang pada akhirnya menimbulkan berbagai macam penyakit. Merapikan di sini artinya cukup memendekkan saja. Misalnya, dipendekkan sekira setengah sentimeter dengan menggunakan gunting, atau apabila Anda hendak mencukurnya bisa menggunakan busa sabun terlebih dahulu, serta menggunakan alat cukur khusus yang lembut sebelumnya sudah dicuci dahulu dengan sabun dan disiram dengan air panas. Setelah digunakan, alat cukur wajib dicuci kembali dan disimpan di tempat yang bersih dan kering. Jangan disimpan di tempat yang lembap, karena bisa ditumbuhi jamur dan bakteri. Selain itu, jangan menggunaan alat cukur secara bergantian.
- Kesehatan bulu atau rambut di kamaluan (bulu pubis) juga sangat tergantung pada kondisi kesehatan kulit. Jika timbul keluhan gatal, nyeri, perih, kemerahan, sisik, bentol/bintil, atau perubahan kulit sekitarnya berarti kondisi kesehatan kulit sedang tidak baik. Hal ini akan berakibat pula pada kondisi bulu pubis. Sebaiknya jika timbul hal demikian segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut.
No comments:
Post a Comment