Saya termasuk orang yang tidak suka melahap semua acara televisi.
Bila acara terasa tidak berguna maka televisi cenderung dimatikan. Namun
rasa ingin tahu saya tergelitik saat melihat sekilas acara Kick Andy di
Metro TV. “Wah acara apa ini, kok pakai kata kick segala, mungkin acara sepak bola atau acara olah raga yang lain ?”.
Kick Andy bukanlah acara olahraga walau di sana ada kata “kick”,
namun ia adalah acara olah rasa atau olah emosi. Acara ini menjadi
menarik karena memuat atau melibatkan unsur emosional. Berisi informasi,
pengalaman, liku-liku kehidupan manusia yang penuh dengan ketegaran dan
pencerahan. Jadi acara tersebut terkesan punya nilai pendidikan dan
juga nilai hiburan.
Selanjutnya, bahwa saya bukanlah orang yang cengeng yang mudah
menangis, meneteskan air mata, dan saya sendiri sudah lama tidak
menangis lagi. Namun saat mengikuti alur cerita dalam acara Kick Andy,
tiba-tiba air mata saya meleleh, dan terasa panah di pipi. Emosi saya
terasa diaduk aduk oleh plot-plot dialog oleh presenter dan tokoh tokoh
hebat yang langsung terlibat dalam acara “Kick Andy Hero” di awal bulan Maret (2010) tersebut.
Penyerahan anugerah pada seorang tokoh, pemuda buntung total,
jalannya seperti merangkak, namun sangat kreatif, inspiratif dan
inovatif bagi saya dan banyak penonton. Ia adalah pemuda hebat, walau
kedua kaki buntung total ternyata mampu menghidupi banyak karyawan dari
usaha yang ia rintis. Begitu pula dengan tokoh lain, juga seorang
pemuda, namun buta total, jalanya hampir meraba-raba, mampu menciptakan sound track untuk produk ICT (information communicative technology)
dengan menggunakan komputer, bagaimana ia melihat dan menciptakan
dengan ketajaman syaraf jari dan ketajaman mata hatinya. Kedua tokoh
cacat yang sangat hebat tadi pasti telah menjadi motivator dan inspirator yang
luar biasa bagi jutaan penonton metro TV yang memiliki kondisi tubuh
yang normal. Kita dan mereka harus malu dengan dua kaki dan dua mata
yang mereka miliki bila ternyata tidak berdaya dalam hidup ini.
Acara Kick Andy berikutnya, masih dalam bulan Maret ini, adalah
tentang transplantasi ginjal atau cangkok ginjal. Betapa amat
berharganya sekeping ginjal apalagi dua keping ginjal dalam rongga tubuh
kita yang berguna dalam menyangga kelangsungan hidup kita, namun banyak
orang (kita) kurang menyadari tentang harkat dan harga sekeping ginjal
tersebut bagi kehidupan. Sementara itu betapa orang yang menderita
gangguan ginjal mendambakan kesehatan ginjal, berharap agar mampu
memperoleh tubuh yang segar bugar (fit and fresh) dan ingin merasakan “betapa indahnya dan nikmatnya kalau bisa kencing (maaf) secara normal lagi”.
Betapa gangguan ginjal telah membuat dunia ini terasa dan terlihat
tidak indah dan menarik lagi bagi sang penderita gangguan ginjal.
Kemudian betapa mulianya jiwa seorang bapak yang amat rela untuk
mendonorkan sekeping ginjalnya untuk kelangsungan hidup anak kandungnya
dan ia pun ikhlas atas resiko sebagai pendonor ginjal. Atau betapa
tulusnya hati seorang kakak yang telah menyerahkan sekeping ginjalnya
pada adiknya, walau akhirnya tidak lama bisa bertahan hidup dan ia pun
meninggal dunia (setelah bertahan hidup selama lima tahun). “Sedikitpun
aku tidak menyesal, telah menyerahkankan ginjal saya pada adik saya
walau akhirnya ia pun meninggal, namun ia kan mampu bertahan hidup
selama lima tahun dan sekarang ginjal ku pun ikut pergi bersamanya”.
Kini bagaimana halnya dengan saya dan kita semua. Kita sering kali
tergila-gila mengejar kepuasan dunia dan kepuasan hidup belaka. Kita
hanya puas dan bangga dengan karir yang meningkat, mobil mengkilat dan
rumah yang begitu megah. Pergi jalan-jalan keluar negeri yang memberikan
kebahagian, sekali lagi, kepuasan yang semu. Betapa mulianya tokoh
tadi yang begitu ikhlas menyerahkan sekeping organnya (ginjal) pada
orang yang sangat mendambakanya demi menyambung kelangsungan hidupnya.
Juga betapa kaya dan bahagianya jiwa tokoh buta dan tokoh buntung yang
bisa hidup dengan penuh arti, sekaligus telah menjadi motivator dan
inspirator bagi jutaan orang dengan tubuh lengkap untuk mempedayakan
diri mereka.
Ada pelajaran tersirat dari tayangan televisi tadi, yaitu bagaimana
agar kita bisa berbagi dengan sesama, menyayangi dan mencintai organ
tubuh kita. Mengajak banyak orang untuk bisa memelihara tubuh dan organ
tubuh mereka, seperti mata, paru-paru, jantung, rambut, ginjal dan
kulit. Betapa banyak orang kurang peduli dalam memelihara dan menyayangi
mata. Lihatlah bahwa banyak buruh las karbit di bengkel yang bekerja
tanpa menggunakan masker mata.
Atas nama gaya hidup modern, banyak orang yang tergiur oleh tipuan
iklan bahwa yang hebat dan modern itu adalah kalau seseorang selalu
mengkonsumsi rokok, minuman bir/ minuman keras, sampai kepada minuman
dan makanan yang kaya dengan zat pewarna dan penyedap rasa (sebagaimana
dianjurkan iklan oleh belasan stasiun televisi di Indonesia ini).
Kurikulum di berbagai sekolah tidak pernah mengajarkan tentang tekhnik
merokok yang hebat. Namun konser dan event olahraga yang disponsori oleh
industri rokok sangat sukses dalam membujuk dan menciptakan ribuan
pelajar untuk menjadi pecandu rokok. Coba lihat sekarang bahwa dimana
ada keramaian- konser musik atau acara olahraga, maka di sana spanduk
iklan rokok menyambut mereka dengan semarak. .
Percuma saja pada beberapa tempat mangkalnya para remaja dibuat semboyan dan ajakan seindah mungkin “jauhi narkoba dan say no to drug”,
kalau pintu untuk konsumsi rokok dibuka lebar-lebar. Karena merokok itu
sendiri adalah pintu untuk memasuki dunia narkoba. Omong kosong kalau
tiba-tiba saja seorang siswa bisa menjadi pengguna narkoba. Hampir
dipastikan bahwa mereka menyentuh benda haram (narkoba) ini setelah
terlebih dahulu sukses sebagai perokok- pelajar pria atau pelajar
wanita. Merokok, apalagi mengkonsumsi narkoba, sungguh membahayakan
paru-paru, otak, dan jantung.
Media massa- cetak dan elektronik- sangat efektif dalam membius dan mengobah pola fikir bangsa Indonesia. “Wah kamu kuno kalau tidak mencoba fast food ini, wah kamu kampungan kalau tidak mengkonsumsi makanan bermerek ini”.
Kini bangsa kita telah menjadi bangsa yang paling gemar menonton dan
hampir malas untuk berolahraga. Bagi yang memiliki sarana transport –
sepeda motor dan mobil- telah menjadi pemalas untuk bergerak dan
berjalan kaki. Yang lain mungkin juga kurang tahu bagaimana kiat hidup
segar dan bugar- fit and fresh- itu.
Di suatu tempat ada pemuda yang maniak dalam mengkonsumsi minuman
berlabel, cuci muka dengan air mineral, dan selanjutnya untuk minuman
saat sarapan pagi, makan siang dan makan malam adalah minuman berlabel
(mengandung zat pengawet, penyedap dan pewarna) yang dikemas dalam botol
atau kaleng. Setelah mengkonsumsinya dalam rentang waktu agak lama maka
ia mengalami gangguan empedu dan ginjal. Gaya hidup dan pola makan dan
minum yang salah telah mendatangkan resiko bagi kesehatan tubuh dan jiwa
mereka. Badan yang sakit telah membuat dunia ini tidak indah lagi untuk
di jalani. “Sayangilah tubuh, lakukan pola makan dan hidup yang sehat
dan cintailah organ tubuhmu”. Mungkin demikianlah anjuran dan nasehat
orang yang sedang dilanda penyakit serta gangguan organ tubuh terhadap
orang lain.
Untuk hidup sehat, kita pemeluk Islam sangat tepat bila mengikuti
anjuran dan cara hidup Rasullullah SAW. Dalam sejarah nabi diketahui
bahwa Nabi selalu tidur lebih awal, tidak menyukai aktivitas begadang.
Dan bangun malam untuk beribadah pada Sang Pencipta langit dan bumi-
shalat tahajjud dan inipun dilaksanakan untuk mencapai kesucian dan
kebersihan jiwa. Rasullulah, para ahabat dan banyak orang sholeh
menghindari (mengharamkan) khamar- minuman keras- menjauhi rokok,
melaksanakan puasa sunat dan kalau makan maka berhenti sebelum kenyang.
Banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan berserat, kaya vitamin
dan protein bisa membuat tubuh sehat. Cukup olahraga, cukup istirahat
dan cukup tidur adalah anjuran cara hidup sehat dari dunia kesehatan
yang selalu up to date. Bila kita telah melaksanakan pola dan
cara hidup sehat yang demikian, namun tiba-tiba kita sakit- mengalami
gangguan organ, barangkali inilah yang dikatakan sebagai takdir yang
harus kita terima dengan sabar dan tawakal. Namun secara umum bahwa pola
hidup yang sehat akan mendatangkan berkah kesehatan bagi kita, merasa
bugar dan sehat selalu. Kini lakukanlah pola hidup sehat karena harga
kesehatan tubuh itu sangat mahal.
No comments:
Post a Comment